Potensi 724 Juta Barel Minyak, PHR Teken Kontrak Bagi Hasil Migas Nonkonvensional di WK Rokan

Diterbitkan Kamis · Jakarta

Berpotensi 724 juta barel minyak, PHR tanda tangani kontrak bagi hasil migas nonkonvensional di WK Rokan

Sumber Foto : Antara Riau

Pekanbaru – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menandatangani kontrak bagi hasil migas nonkonvensional (MNK) di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Penandatanganan dilakukan melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Energi Rokan Nonkonvensional, dan menjadi langkah baru dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Struktur yang diincar diperkirakan menyimpan sumber daya terambil hingga 724 juta barel setara minyak.

Poin penting

  • Kontrak bagi hasil MNK Rokan ditandatangani PHR, bagian dari Subholding Upstream Pertamina.
  • Struktur North Aman diperkirakan memiliki 724 MMBOE sumber daya terambil.
  • Kepmen ESDM Nomor 246.K/MG.04/MEM.M/2026 memberi kepastian regulasi dan fiskal.
  • Skema cost recovery dengan split adaptif serta insentif investasi disiapkan.

MNK Rokan, Fondasi Baru Hulu Migas Indonesia

Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, menyebut kontrak ini bukan sekadar proyek eksplorasi. Menurutnya, MNK adalah fondasi investasi strategis untuk meningkatkan ketahanan energi sekaligus membangun kompetensi baru di sektor hulu migas tanah air.

Arifin juga menilai, dengan dukungan regulasi, ekosistem operasional yang kuat, dan peta jalan menuju tahap komersialisasi yang jelas, MNK Rokan berpeluang menjadi game changer bagi industri energi Indonesia. Keberhasilannya diharapkan menjadi rujukan bagi pengembangan sumber migas nonkonvensional di wilayah lain.

Pengembangan MNK memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan produksi minyak di dalam negeri. — Sunaryanto, Dirut PT Pertamina Hulu Energi (PHE)

Sunaryanto menambahkan bahwa PHE optimistis pengembangan MNK akan memberi kontribusi berarti bagi produksi minyak nasional pada masa mendatang.

Perjalanan dari Gulamo DET-1 hingga Kelok DET-1

Langkah MNK Rokan bermula dari pengeboran sumur eksplorasi Gulamo DET-1 pada 2023, disusul Kelok DET-1 pada 2024. Keduanya merupakan bagian dari studi potensi migas nonkonvensional di struktur North Aman. Hasil pemboran dan pengujian kedua sumur memperkuat keyakinan PHR terhadap potensi pengembangan di area tersebut.

Ringkasan tahapan dan potensi MNK Rokan
Item Keterangan
Sumur eksplorasi pertama Gulamo DET-1 (2023)
Sumur eksplorasi lanjutan Kelok DET-1 (2024)
Struktur utama North Aman
Sumber daya terambil 724 juta barel setara minyak (MMBOE)
Tahap berikutnya Apraisal untuk mengonfirmasi sumber daya
Peluang struktur lain South Aman, Rangau, Balam

Potensi 724 MMBOE dan Tahap Apraisal

Struktur North Aman diperkirakan memiliki recoverable resources sebesar 724 MMBOE. Angka ini menjadi dasar bagi PHR untuk melanjutkan ke tahap apraisal, yakni untuk memastikan besaran sumber daya dan kelayakan pengembangannya. North Aman diposisikan sebagai fondasi awal, dengan peluang pengembangan di struktur lain seperti South Aman, Rangau, dan Balam.

Keunggulan Ekosistem Operasional Zona Rokan

Pengembangan MNK memerlukan teknologi yang kompleks dan dukungan banyak komponen ekosistem. Di sinilah zona Rokan memiliki modal penting: infrastruktur produksi yang sudah ada, fasilitas pendukung, akses operasional, serta rantai pasok yang telah berkembang. Kondisi ini memungkinkan pengembangan MNK dilakukan secara bertahap.

Kepmen ESDM 246.K/MG.04/MEM.M/2026 dan Skema Cost Recovery

Kepastian regulasi datang lewat Keputusan Menteri ESDM Nomor 246.K/MG.04/MEM.M/2026 tentang Percepatan Pelaksanaan Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi Non Konvensional WK Rokan. Aturan ini memberi kepastian regulasi dan fiskal bagi kontraktor serta memudahkan komersialisasi produksi MNK.

Di dalamnya termasuk skema cost recovery dengan split adaptif dan insentif investasi. Skema tersebut dirancang untuk menyeimbangkan daya tarik investasi dengan penerimaan negara, sekaligus menjaga keberlanjutan proyek jangka panjang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu migas nonkonvensional (MNK)?

MNK adalah minyak dan gas bumi yang terperangkap dalam batuan dengan permeabilitas rendah sehingga memerlukan teknologi pengeboran dan produksi yang lebih kompleks dibanding migas konvensional.

Berapa potensi MNK di WK Rokan?

Struktur North Aman diperkirakan memiliki sumber daya terambil sekitar 724 juta barel setara minyak (MMBOE).

Apa tahap selanjutnya?

PHR akan melanjutkan tahap apraisal untuk mengonfirmasi besaran sumber daya dan potensi pengembangannya.

Sumber: ANTARA, “Berpotensi 724 juta barel minyak, PHR tanda tangani kontrak bagi hasil migas nonkonvensional di WK Rokan”, 16 September 2026.

 

Posted in Insight

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*