BPH Migas Dukung Percepatan Operasional Pipa Gas CISEM II Sepanjang 242 Km

Sumber : BPH Migas
Jakarta — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan dukungannya terhadap percepatan pengoperasian pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang Tahap II (CISEM II) yang membentang sepanjang 242 kilometer. Proyek infrastruktur strategis ini digadang-gadang mampu memperkuat integrasi jaringan transmisi gas bumi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan industri dan perekonomian masyarakat di sepanjang jalur pipa.
Pipa CISEM II Diharapkan Tekan Biaya Produksi Industri
Anggota Komite BPH Migas, Bambang Hermanto, menyampaikan bahwa pengoperasian pipa gas CISEM II akan memberikan dampak positif bagi efisiensi biaya produksi industri sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar. Hal tersebut disampaikan di sela-sela Kunjungan Spesifik Komisi XII DPR RI ke Refinery Unit (RU) VI Balongan dan lokasi pipa transmisi CISEM II di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).
Pria yang akrab disapa Baher ini menegaskan bahwa BPH Migas, sesuai tugas dan fungsinya, terus berkomitmen menuntaskan berbagai regulasi pendukung agar infrastruktur tersebut dapat segera beroperasi secara optimal. Salah satu langkah konkret yang tengah dikebut adalah percepatan penetapan tarif pengangkutan gas bumi melalui pipa pada ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur (KHT).

Sumber : BPH Migas
Menurutnya, kepastian tarif ini penting untuk memberikan jaminan investasi, khususnya bagi para calon pengguna jaringan gas, sehingga pipa dapat segera dimanfaatkan dan tujuan menekan biaya produksi bisa tercapai.
Dorong Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Daerah
Lebih jauh, Baher menyampaikan harapannya agar keberadaan jaringan gas bumi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan daya saing sektor industri, tetapi juga turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitar jalur pipa — termasuk mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengguna lain di luar sektor industri besar.
DPR RI Soroti Pentingnya Pengawasan Manfaat Proyek
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardian, menggarisbawahi pentingnya pengawasan berkelanjutan terhadap manfaat nyata dari proyek CISEM bagi masyarakat. Ia menyoroti bahwa integrasi antara CISEM I pada ruas Semarang-Batang sepanjang 60 kilometer dengan CISEM II diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan-kawasan industri utama, mulai dari Cirebon, Tegal, Batang, hingga Semarang.
Menurutnya, konektivitas jaringan gas ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya secara luas — mulai dari peningkatan pendapatan negara, percepatan pertumbuhan ekonomi, terbukanya lapangan kerja baru, hingga naiknya pendapatan asli daerah di wilayah-wilayah yang dilalui jalur pipa.
Pejabat dan Direksi yang Hadir
Kunjungan spesifik ini turut dihadiri oleh sejumlah Anggota Komisi XII DPR RI lainnya, di antaranya Cornelis, Arif Riyanto Uopdana, Jamaludin Malik, Iyeth Bustami, dan Hasani Bin Zuber. Hadir pula perwakilan dari pemerintah dan pelaku industri energi, yaitu Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Ditjen Migas Kementerian ESDM Hendra Gunawan, Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto, Direktur Utama Pertagas Indra P. Sembiring, serta Executive General Manager RU VI Balongan Yulianto Triwibowo.
Kesimpulan
Percepatan pengoperasian pipa gas CISEM II menjadi salah satu agenda prioritas dalam memperkuat infrastruktur energi nasional. Dengan dukungan penuh dari BPH Migas melalui percepatan regulasi tarif, serta pengawasan ketat dari DPR RI, proyek ini diharapkan dapat segera beroperasi penuh dan memberikan manfaat nyata bagi efisiensi industri serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan Cirebon hingga Semarang.
Sumber: BPH Migas (bphmigas.go.id)