SKK Migas Genjot Pengeboran lewat Program Triple 100, Manfaatkan Potensi Anggaran Tidak Terserap di 2026

Diterbitkan Kamis · Jakarta

Realisasi Pengeboran Sumur Migas Rendah, Ini Biang Keroknya!

Ilustrasi kegiatan Operasional Rig wilayah kerja Rokan yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Duri, Riau. (Dok: Pratama Guitarra)

JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memulai program Triple 100 pada tahun 2026. Program ini dirancang untuk mempercepat kegiatan hulu migas sekaligus memanfaatkan anggaran yang selama ini kerap tidak terserap setiap tahun.

Ringkasan: Triple 100 menargetkan 100 sumur eksplorasi, 100 kegiatan multi-stage fracturing, dan 100 sumur pengembangan untuk memperkuat produksi migas nasional.

Apa Itu Program Triple 100 SKK Migas?

Triple 100 adalah inisiatif percepatan aktivitas pengeboran dan stimulasi sumur yang mencakup tiga target utama:

  • 100 sumur eksplorasi untuk menemukan dan menambah cadangan migas.
  • 100 kegiatan multi-stage fracturing untuk meningkatkan aliran produksi dari sumur.
  • 100 sumur pengembangan untuk mengoptimalkan lapangan yang sudah berproduksi.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyebut program ini sebagai salah satu ambisi besar lembaganya untuk mewujudkan target produksi migas, yakni dengan memperbanyak kegiatan eksplorasi maupun pengembangan lapangan. Penjelasan itu disampaikan di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Alasan Program Ini Dijalankan: Anggaran yang Tidak Terserap

Berdasarkan data historis, realisasi program kerja dan anggaran atau Work Program & Budget (WP&B) dalam tiga tahun terakhir hanya berkisar 80–85 persen. Artinya, sekitar 15–20 persen anggaran belum termanfaatkan.

Outlook 2026 tidak memuat proyek besar baru. Karena itu, SKK Migas melihat ruang 15–20 persen tersebut sebagai peluang untuk menambah aktivitas pengeboran dan stimulasi sumur tanpa menunggu proyek raksasa.

Target vs Rencana WP&B 2026

Target Triple 100 masih jauh dari rencana teknis yang tercantum dalam WP&B 2026. Berikut perbandingannya:

Perbandingan target Triple 100 dan rencana WP&B 2026
Kegiatan Target Rencana WP&B 2026 Selisih (gap)
Sumur eksplorasi 100 39 61
Multi-stage fracturing 100 17 83
Sumur pengembangan 100 Belum dirinci –

Realisasi Hingga Januari 2026

Djoko menyampaikan bahwa sampai Januari 2026 sudah terealisasi:

  • 13 sumur eksplorasi telah dibor,
  • 6 kegiatan fracturing, dan
  • 13 sumur pengembangan.

Ia menambahkan bahwa WP&B yang sudah ditandatangani menghasilkan tambahan 13 sumur eksplorasi dan 6 kegiatan multi-stage fracturing. Untuk menutup target, SKK Migas masih perlu mengupayakan tambahan sekitar 48 sumur eksplorasi dan 77 kegiatan multi-stage fracturing hingga Desember 2026.

Gandeng Penyedia Jasa untuk Pemboran Multi-Stage Fracturing

Pelaksanaan target ini bergantung pada kesiapan unit pengeboran dan stimulasi. SKK Migas telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Schlumberger, dan berencana melanjutkannya dengan Halliburton serta PDSI agar unit pemboran multi-stage fracturing tersedia.

Apa Itu Multi-Stage Fracturing?

Multi-stage fracturing adalah teknik stimulasi sumur dengan merekahkan batuan reservoir secara bertahap di beberapa titik sepanjang sumur, sehingga minyak dan gas dapat mengalir lebih lancar ke permukaan.

Dampak bagi Produksi Migas Nasional

Melalui Triple 100, SKK Migas berharap peningkatan aktivitas pengeboran dan stimulasi sumur dapat memperkuat produksi migas nasional di tengah tantangan investasi dan minimnya proyek berskala besar pada 2026. Keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh kecepatan tambahan rencana kerja, ketersediaan rig dan unit fracturing, serta realisasi anggaran para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu program Triple 100 SKK Migas?

Program percepatan hulu migas yang menargetkan 100 sumur eksplorasi, 100 kegiatan multi-stage fracturing, dan 100 sumur pengembangan mulai tahun 2026.

Mengapa SKK Migas meluncurkan Triple 100?

Untuk memanfaatkan sekitar 15–20 persen anggaran WP&B yang dalam tiga tahun terakhir tidak terserap, sekaligus menambah cadangan dan produksi migas.

Siapa mitra SKK Migas dalam program ini?

SKK Migas sudah menjalin MoU dengan Schlumberger, dan akan melanjutkannya dengan Halliburton dan PDSI untuk menyiapkan unit pemboran multi-stage fracturing.

Sumber: keterangan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, di kompleks parlemen

 

Posted in Insight

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*