Sumur BET-1 Ditajak di WK Jabung, CNG Incar Potensi Minyak 50 Juta Barel
PT Cipta Niaga Gemilang memulai pengeboran sumur eksplorasi BET-1 di Tanjung Jabung Timur, Jambi. Sumur ini menyasar sumber daya minyak di atas 50 juta barel dengan biaya sekitar US$15,46 juta.

Sumber : Ruang Energi
Kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi nasional kembali bergerak. Pada Rabu, 2 September 2026, PT Cipta Niaga Gemilang (CNG) resmi menajak Sumur Eksplorasi BET-1 di Wilayah Kerja (WK) Jabung, Provinsi Jambi. Penajakan ini menjadi bagian dari komitmen eksplorasi untuk menambah temuan sumber daya dan cadangan migas baru di Indonesia.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Djoko Siswanto melaporkan dimulainya pengeboran tersebut. Menurut laporannya, BET-1 menjadi salah satu sumur yang diharapkan membuka temuan minyak berskala besar di kawasan Jabung Tengah.
Alhamdulillah, KKKS PT Cipta Niaga Gemilang hari ini tajak Sumur Eksplorasi BET-1 di Wilayah Kerja Jabung.
Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas
Lokasi dan spesifikasi teknis Sumur BET-1
Sumur BET-1 berlokasi di Desa Mendahara Tengah, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pengeboran memakai Rig ECI#1 dengan kapasitas 1.500 tenaga kuda dan ditargetkan menembus kedalaman akhir sekitar 9.219 kaki.
Ada dua sasaran yang dibidik. Formasi LTAF menjadi target utama dengan sasaran hidrokarbon berupa minyak, sementara Formasi BRF diposisikan sebagai target sekunder. Struktur dua lapis sasaran seperti ini lazim dipakai agar satu kegiatan pengeboran tetap memberi nilai data meski target utama tidak sepenuhnya terbukti.
| Nama sumur | BET-1 (sumur eksplorasi) |
|---|---|
| Operator | PT Cipta Niaga Gemilang (CNG) |
| Wilayah kerja | WK Jabung, Provinsi Jambi |
| Lokasi | Desa Mendahara Tengah, Kecamatan Mendahara, Tanjung Jabung Timur |
| Tanggal tajak | 2 September 2026 |
| Rig | ECI#1, kapasitas 1.500 HP |
| Kedalaman akhir | ± 9.219 kaki |
| Target utama | Formasi LTAF — minyak |
| Target sekunder | Formasi BRF |
| Target sumber daya | Lebih dari 50 juta barel minyak |
| Durasi operasi | 56 hari, termasuk 7 kali DST |
| Biaya | ± US$15,46 juta |
Target sumber daya lebih dari 50 juta barel
Angka yang membuat BET-1 menarik perhatian adalah target sumber daya minyaknya, yaitu lebih dari 50 juta barel. Untuk ukuran sumur eksplorasi onshore, potensi sebesar itu menempatkan BET-1 sebagai salah satu titik pengeboran yang layak dipantau sepanjang tahun ini.
Jika hasil pengeboran dan pengujian mampu mengonfirmasi keberadaan hidrokarbon sesuai target, temuan tersebut berpotensi membuka jalan bagi pengembangan sumber daya migas lebih lanjut di kawasan Jabung Tengah, termasuk kemungkinan pengeboran lanjutan di struktur sekitarnya.
56 hari operasi dan tujuh kali Drill Stem Test
Rangkaian pengeboran sekaligus pengujian Sumur BET-1 direncanakan berlangsung selama 56 hari operasi. Dalam periode itu akan dilakukan tujuh kali Drill Stem Test (DST).
Apa fungsi DST?
DST adalah pengujian yang dilakukan untuk mengukur kemampuan produksi lapisan batuan sekaligus mengumpulkan informasi bawah permukaan secara lebih lengkap. Dari pengujian ini diperoleh gambaran seberapa mudah fluida mengalir dari batuan reservoir menuju lubang sumur.
Data hasil pengeboran dan DST nantinya menjadi dasar untuk mengevaluasi seberapa besar potensi hidrokarbon yang ditemukan sekaligus menilai kelayakan pengembangannya. Tujuh titik pengujian dalam satu sumur menunjukkan bahwa ada beberapa interval yang dianggap prospektif dan perlu diuji satu per satu.
Investasi US$15,46 juta dan risiko eksplorasi
Biaya yang disiapkan untuk pekerjaan eksplorasi ini mencapai sekitar US$15,46 juta. Djoko Siswanto menganalogikan nilai tersebut berada di kisaran harga sebuah pesawat jet.
Besaran investasi itu sekaligus menggambarkan taruhan dalam setiap kegiatan eksplorasi. Berbeda dengan pengeboran pengembangan di lapangan yang sudah terbukti, hasil akhir sumur eksplorasi baru diketahui setelah target bawah permukaan berhasil ditembus dan diuji. Risiko kegagalan selalu melekat, dan itulah sebabnya setiap penajakan sumur eksplorasi dianggap sebagai kabar baik bagi industri hulu.
Harapan menemukan minyak melebihi target
SKK Migas dan PT Cipta Niaga Gemilang berharap BET-1 memberikan hasil positif, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
Mohon doa, Insya Allah pengeboran eksplorasi ini menemukan minyak melebihi target.
Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas
Keberhasilan eksplorasi tersebut tidak hanya berpotensi menambah sumber daya dan cadangan migas nasional, tetapi juga membuka peluang pengembangan kegiatan hulu migas di sekitar WK Jabung Tengah, mulai dari fasilitas produksi hingga penyerapan tenaga kerja lokal.
Aspek K3LL dan kolaborasi pemangku kepentingan
Seluruh kegiatan pengeboran dijalankan dengan mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan perlindungan lingkungan (K3LL) serta prinsip operasi yang aman dan efisien.
Pengeboran BET-1 juga menjadi hasil kolaborasi antara SKK Migas dan PT Cipta Niaga Gemilang dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan kegiatan eksplorasi berjalan sesuai ketentuan sekaligus memberi manfaat optimal bagi negara dan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Mengapa sumur eksplorasi penting bagi cadangan migas nasional
Bagi industri hulu migas Indonesia, keberhasilan setiap sumur eksplorasi menjadi bagian dari upaya mengejar tambahan cadangan baru. Di tengah kebutuhan menjaga produksi dan lifting nasional, penemuan sumber daya baru merupakan fondasi untuk menjaga keberlanjutan produksi migas pada tahun-tahun mendatang.
Kini perhatian tertuju ke BET-1. Rig telah ditajak, target telah ditetapkan, dan pengeboran berjalan. Harapannya satu: minyak yang ditemukan bukan hanya memenuhi target, tetapi jauh lebih besar dari perkiraan.
Poin penting
- Sumur Eksplorasi BET-1 ditajak PT Cipta Niaga Gemilang di WK Jabung, Jambi, pada 2 September 2026.
- Target sumber daya minyak lebih dari 50 juta barel pada Formasi LTAF sebagai sasaran utama.
- Kedalaman akhir sekitar 9.219 kaki menggunakan Rig ECI#1 berkapasitas 1.500 HP.
- Operasi berlangsung 56 hari dengan tujuh kali Drill Stem Test.
- Biaya eksplorasi sekitar US$15,46 juta.
Pertanyaan yang sering diajukan
Di mana lokasi Sumur BET-1?
Di Desa Mendahara Tengah, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, dalam Wilayah Kerja Jabung.
Siapa operator pengeboran BET-1?
PT Cipta Niaga Gemilang (CNG) sebagai kontraktor kontrak kerja sama, di bawah pengawasan SKK Migas.
Berapa target sumber daya minyaknya?
Lebih dari 50 juta barel minyak, yang akan dibuktikan melalui pengeboran dan pengujian sumur.
Berapa lama pengeboran berlangsung?
Direncanakan 56 hari operasi, mencakup tujuh kali Drill Stem Test.
Apa itu Drill Stem Test (DST)?
Pengujian untuk mengetahui kemampuan produksi lapisan batuan sekaligus mengumpulkan data bawah permukaan yang lebih lengkap sebelum keputusan pengembangan diambil.
Berapa biaya pengeboran Sumur BET-1?
Sekitar US$15,46 juta, yang dianalogikan setara kisaran harga sebuah pesawat jet.
Sumber : Portal Energi